Tampilkan postingan dengan label 3. Product. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3. Product. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Oktober 2010

5. Produk-produk bernilai tambah

Produk-Produk Bernilai Tambah

Melalui produk bernilai tambah yang melengkapi produk yang ditawarkan Bank Mandiri, AXA Mandiri memberikan solusi bagi kebutuhan finansial nasabah. AXA Mandiri menyediakan produk kombinasi asuransi dan investasi yang disebut unit-linked, yaitu Mandiri Investasi Sejahtera dan Mandiri Rencana Sejahtera. Selain itu terdapat produk asuransi jiwa murni yakni Mandiri Jiwa Sejahtera. Selain ketiga produk dasar ini, AXA Mandiri juga menyediakan perlindungan tambahan yang memberikan manfaat lebih yaitu Perlindungan Kecelakaan, Perlindungan Kesehatan, Perlindungan Pembayaran Premi dan perlindungan terhadap penyakit kritis AXA Mandiri juga memberikan perlindungan yang disegmentasikan pada masing-masing nasabah. Untuk bisnis grup, AXA Mandiri menyediakan produk Mandiri Protection yang memberikan perlindungan bagi pemegang kartu kredit Mandiri Visa, serta proteksi asuransi jiwa bagi nasabah Consumer Loan.
AXA Mandiri akan terus berusaha memberikan solusi dan layanan finansial yang tepat dan terbaik karena, “AXA Mandiri mengerti benar arti investasi bagi Anda.”

4. Definisi Product

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan. Siswanto Sutojo mengemukakan bahwa (2005:78)ada beberapa faktor penting yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun strategi produk mereka.
Faktor pertama adalah strategi pemilihan segmen pasar yang pernah mereka tentukan sebelumnya. Adapun faktor kedua adalah pengertian tentng hakekat produk di mata pembeli. Faktor ketiga adalah strategi produk pada tingkat kombinasi produk secara individual, pada tingkat seri produk dan pada tingkat kombinasi produk secara keseluruhan. Adapun faktor keempat adalah titik berat strategi pemasaran pada tiap tahap siklus kehidupan produk.

Berdasarkan fungsinya produk dibedakan menjadi tiga level. Level pertama adalah core product yaitu suatu produk yang fungsinya merupakan alasan dasar konsumen untuk membelinya. Contoh sederhana dari core product adalah pakaian, fungsinya dasarnya untuk melindungi tubuh manusia. Actual product adalah fitur-fitur yang ada pada produk untuk menambah nilainya. Misal desain yang menarik, nama merk, dan kemasan. Augmented product adalah tambahan manfaat-manfaat yang tidak terpikirkan oleh konsumen tapi akan memberi kepuasan bagi mereka, seperti garansi.

Produk juga digolongkan berdasarkan tujuan konsumen membeli barang secara umum. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan sendiri disebut consumer product. Produk yang dibeli oleh konsumen untuk kepentingan organisasi atau bisnisnya disebut business atau industria product. Produk bisnis bisa dikatakan sebagai produk yang dibeli untuk dijual lagi.

Consumer product dibedakan menjadi empat yaitu : convinience product,shopping product, dan specialty product. Convinience product adalah produk yang sering dibeli langsung, harganya rendah, biasanya kegiatan promosi dilakukan melalui mass advertising. Shopping product adalah produk sekunder yang harganya lebih mahal daripada convenience product. Produk jenis ini digunakan untuk memenuhi kkebutuhan sekunder manusia. Dalam proses pembeliannya, orang memerlukan waktu untuk membandingkan baik dengan cara survey maupun tes. Unsought product adalah produk yang sering tidak terpikir untuk dibeli konsumen, contohnya asuransi, tanah kuburan, dan ensiklopedi.
Barang industrial dibagi menjadi tiga golongan yaitu bahan baku dan bahan pembantu, bahan pendukung, dan barang modal.

Dari berbagai faktor yang diperhatikan perusahaan dalam menyusun strategi produk tingkat produk individual, tiga diantaranya perlu mendapat perhatian khusus. Ketiga faktor tersebut adalah atribut produk, penggunaan merek dagang, dan kemasan .

Sebagian bear perusahaan menghasilkan lebih dari satu seri produk. Tiap seri produk. Tiap seri produk seringkali terdiri lebih dari satu jenis produk. Sayangnya tidak semua seri dan jenis produk memberikan sumbangan hasil penjualan dan keuntungan yang sama.Oleh karena itu, pengelolaan tiap seri dan jenis produk juga tidak sama. Kapasitas produk menyumbang keuntungan ditentukan oleh jumlah satuan produk yang terjual tiap masa tertentu dan besarnya contribution margin. Contribution margin adalah selisih antara harga jual per satuan produk dan biaya variabelnya .

Karena berbagai macam alasan perusahaan dapat memutuskan memperluas usaha bisnisnya. Upaya perluasan bisnis tersebut dapt dilakukan dengan memproduksi produk baru dengan mutu, bentuk, ukuran dan harga yang lebih rendah dari produk lama. Strategi menambah jenis produk baru seperti ini disebut downward stretching yaitu memproduksi produk yang mutu, bentuk dan harganya lebih tinggi dari produk lama. Di samping itu perusahaan juga dapat memperluas usahanya dengan jalan product line-filling, yaitu menambah jenis produk bau pada seri-seri produk yang sudah berjalan .

Hal lain yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun produk adalah adanya kenyataan bahwa setiap jenis produk mempunyai siklus kehidupan yang terdiri dari empat tahap. Keempat, tahap pertumbuhan, tahap kematangan dan tahap penurunan. Masing-masing tahap siklus kehidupan produk memerlukan strategi pemasaran yang berbeda.



http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1911804-definisi-produk/

3. Produk perawatan Kulit

Anda sekarang tidak perlu bingung dalam memilih produk perawatan untuk mengatasi efek penuan pada kulit karena Oriflame memberikan solusinya.Oriflame produk-produknya telah lama dikenal berkualitas tinggi dan berbahan dasar alami. Rangkaiaan produk perawatan dari oriflame berikut menjawab semua kebutuhan anda dengan setiap produk yang disesuaikan untuk tiap jenis kulit dan untuk tiap usia karena berbeda pula tingkat kebutuhannya.

a. Untuk kulit berminyak dan kombinasi pada usia 25 tahun keatas. Oriflame Skindividual, mempertahankan keremajaan kulit untuk usia 25 tahun keatas. Saat berusia 25 tahun kulit akan menampakan tanda penuannya, untuk itu lakukan perawatan secara teratur dengan rangkaian Skindividual dari Oriflame yang ideal untuk kulit berminyak dan kombinasi.


  • Skindividual Day Cream, krim dengan teknologi Dermo-AdaptTM yang mengenali kebutuhan spesifik kulit sekaligus beraksi untuk membantu mengembalikan keremajaan kulit.

  • Skindividual Eye Serum, serum dengan aplikator roll-on metalik dan teknologi Dermo-AdaptTM yang unik. Mengenali kebutuhan daerah mata dan bereaksi saat diperlukan untuk mengatasi efek stress dan keletihan sekaligus menjaga keremajaan kulit.

  • Skindividual Extra Serum, serum yang langsung mengurangi tanda awalpenuaan pada kulit dan membantu mendorong efektifitas Skindividual Day Cream dan Skindividual Night Cream.

  • Skindividual Night Cream, kirim malam unik dengan Dermo-AdaptTM untuk meregenerasi kulit dimalam hari.

  • Skindividual Day Fluid SPF 15, meningkatkan kemilau, kelenturan dan membantu mengurangi timbulnya garis-garis halus di kulit Ideal untuk kulit berminyak dan kombinasi.

b. Optimals Time Relax dari Orifalame untuk usia 30 tahun keatas. Ekspresikan dirimu tanpa garis-garis halus dan keriput.
  • Optimals Time Relax Day Cream SPF 8. Krim anti penuan yang ideal untuk kulit 30 tahun keatas dengan SPF 8 yang membnatu mengurangi dan mencegah munculnya garis-garis halus dan keriput. Kulit jadi lebih halus, nyaman dan terlihat lebih muda.

  • Optimals Time Relax Eye Pen. Mengatasi garis-garis halus dan ekspresi kerut didaerah sekeliling mata secara akurat. Kulit jadi lebih cerah dan terlihat lebih muda.

c. Untuk kulit kering ideal pada usia 35 tahun keatas. Oriflame Royal Velvet, dengan formula Anti Aging dan mengandung ekstrak Iris Isoflavones yang telah lama dikenal baik untuk kulit.
  • Royal Velvet Ultimate 8-hour Night Cream. Krim mewah dengan kandungan ekstrak Iris Isoflavones yang melembutkan kulit dewasa yang kering. Meregenerasi dan mengembalikan keindahan kulit dimalam hari.

  • Royal Velvet Softening Toning Gel. Merawat kulit secara lembut untuk mengenyahkan ketidaksempurnaan dan mengembalikan vitalitas kulit dewasa yang kering.

  • Royal Velvet Supreme Day Cream SPF 15. Krim untuk menjadikan kulit dewasa yang cenderung kering menjadi lembut.

  • Royal Velvet Moisture Performance+ Day Lotion. Pelembab ringan yang ideal untuk mengembalikan vitalitas kulit dewasa yang kering.

  • Royal Velvet Creamy Cleansing Milk. Pembersih lembut untuk kulit dewasa yang kering.

  • Royal Velvet Prestigious Eye Cream. Krim mata lembut untuk kulit dewasa yang kering, mengembalikan keremajaan kulit didaerah sekitar mata.

d. Oriflame Ecollagen, 100% Kandungan anti keriput ideal untuk kulit dengan usia diatas 35 tahun keatas.
  • Ecollagen Day Cream SPF 15. Krim anti keriput dengan 100% Tri-Peptide Complex Alami. Mengandung SPF 15.

  • Ecollagen Night Cream. Krim malam bernutrisi tinggi untuk mengatasi keriput dengan kandungan Tri-Peptide Complex Alami.

  • Ecollagen Eye Cream. Krim untuk mengatasi keriput sekaligus membantu mengurangi lingkaran gelap didaerah sekitar mata.

e. Lift Expert untuk usia 40 tahun keatas.
  • Lift Expert Re-Sculpting Treatment Formula. Membantu memperindah kontur wajah dengan teknologi Bio Spring.

    Mengandung Retinol untuk meningkatkan pembaharuan sel kulit mati.

  • Lift Expert Re-Defining Day Cream SPF 15. Mengencangkan dan memperindah kulit dengan teknologi Bio Spring dan mengandun g SPF 15.

  • Lift Expert Ultra-Firming Night Cream. Mengencangkan kulit dan memperindahnya secara optimal pada malam hari dengan teknologi Bio Spring.

f. Oriflame Time Reserving, miliki kulit yang senatiasa awet muda. Oriflame Time Reserving mewujudkan kulit terlihat muda dan membantu mengatasi efek penuaan hormonal pada usia 45 tahun keatas. Time Reserving dengan formula b-ProstimulineTM yang merupakan sebuah kombinasi eksklusif 3 bahan aktif tumbuhan yang sangat ampuh dari alam dan telah dikembangkan oleh Oriflame.
  1. Protein kacang kedelai, secara aktif membantu menjadikan kulit lebih kenyal.
  2. Ekstrak kacang polong, merangsang produksi protein kulit untuk membnatu menjadikannya lebih kencang.
  3. Biopeptide ganggang laut, membantu memperindah permukaan kulit dan mengurangi keriput.
Dapatkan semua kandungan alaminya pada rangkaian Time Reserving dari Oriflame berikut:
  • Time Reserving Eye & Lip Contour Cream. Menjadikan mata dan bibir terlihat lebih nuda dan lembut. Diformulasikan dengan ekstrak Eyebright.

  • Time Reserving Restoring Day Cream. Menjadikan kulit lebih kencang, lentur dan kenyal. Mmebantu mengurangi kerutan dan diperkaya dengan Gold Complexion Enhancer.

  • Time Reserving Facial Oil Capsule. Tipa kapsulnya mengandung perpaduan ampuh minyak alami pelembut kulit, vitamin E dan nutrisi penting untuk membuat kulit dewasa jadi lebih kencang, berkilau dan terlihat lebih muda.

  • Time Reserving Instant Iluminating Serum. Menjadikan kulit wajah tampak putih menghaluskan, mengencangkan dan menyegarkan kulilt dewasa. Gunakan dengan atau sebelum Time Reserving Restoring Day Cream atau Night Cream.

  • Time Reserving Restoring hand cream SPF 12. Diformulasikan dengan b-ProstimulineTM yang berfungsi untuk mengencangkan kulit sertamelembutkan kulit dan mengandung SPF 12.
Oriflame merupakan produk kosmetik yang berbahan dasar alami dan terbukti aman untuk kulit karena telah diproses oleh para ahli dengan teknologi tinggi.


http://kecantikanoriflame.blogspot.com/2008/11/produk-perawatan-kulit.html

2. Marketing Produk Baru Tanpa Budget Promosi (1)

Salah satu teman di milis MC-ers bertanya mengenai bagaimana memasarkan produk baru, tanpa budget marketing dan menghadapai pemimpin pasar yang sudah melakukan penetrasi pasar sangat kuat.
Pertanyaan ini mengingatkan saya pada sepenggal kehidupan saya yang pernah merintis pemasaran produk baru beberapa tahun silam. Dua kali merintis pemasaran produk baru dan ternyata menuai sukses, mendorong saya untuk membagikan sedikit ilmu ini kepada rekan-rekan marketer.
Produk Pertama yang saya pasarkan adalah pasta gigi, sebut saja merek X. Pasta gigi ini belum ada dipasaran sama sekali saat itu, harganya 2 kali lebih mahal dari market leader, perusahaan juga tidak memiliki budget promosi yang cukup untuk memperkanalkan produk ini secara luas. Namun yang membuat saya optimis untuk memasarkan, produk ini memiliki kelebihan dibanding market leader dan produk lainya. Selain cepat bersih, produk ini juga tidak banyak menimbulkan busa dan mampu mengobati gusi berdarah dan sakit gigi.
Awalnya saya tidak begitu risau dengan kondisi ini, saya pikir sama saja dengan memasarkan produk lain yang pernah saya pasarkan sebelumnya. Apalagi saya sudah banyak kenal dengan pemilik toko di salah satu kota di Jawa Timur. Dengan gaya sales kanvas pada umumnya, saya memulai langkah untuk masuk ke toko-toko dan grosir. Toko demi toko dilalui, namun sampai sore hari ternyata tidak satupun produk saya terjual. Jangankan terjual, untuk sekedar titip saja mereka tidak mau, karena yakin produk itu tidak akan laku dipasaran.
Keesokan harinya, saya mencoba merubah target pasar, dari toko dan grosir ke warung-warung kecil dipinggiran kota, dengan harapan tidak mudah terbaca oleh pemasaran langsung sang market leader.
Namun lagi-lagi warung-warung kecil inipun menolak. Disini saya baru mulai sadar, bahwa saya menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semalaman tidak bisa tidur, berpikir bagaimana cara agar produk ini bisa laku keras.
Ide-idepun datang silih berganti, dan akhirnya sampai pada satu kesimpulan bahwa saya harus menemukan pengguna produk terlebih dahulu, baru membangun jalur distribusi.
Keesokan harinya, saya minta produk sampel dengan ukuran kecil dari kantor. Sekarang tidak ke warung-warung lagi, tapi ke rumah Pak RT, Ibu Ketua Arisan, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Ketua Pengajian dan orang-orang yang berpotensi memiliki komunitas. Disitu saya menanyakan kapan acara-acara mereka diadakan dan minta sedikit waktu untuk memperkenalkan produk saya.
Dalam waktu satu minggu, saya telah mengantongi puluhan jadwal arisan, pengajian, yasinan, selamatan dan acara lainya. Ketika waktunya telah tiba, sayapun datang dengan membawa produk sampel yang sudah disiapkan sebelumnya.
Di acara itulah, saya mulai memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat dan kelebihan produk dibanding produk lain sejenis. Di akhir sesi, saya sempatkan membagi produk sampel ke peserta. Kata-kata terakhir saya berpesan bahwa nanti jika merasa cocok dengan produk saya, Bapak Ibu bisa membeli di warung Bu Darmi, warung terdekat yang telah saya survey sebelumnya.
Setelah itu tugas saya adalah mendatangi warung Bu Darmi dan memberitahukan bahwa saya telah merekomendasikan warga sekitar untuk membeli produk pada warung miliknya. Lalu saya titipkan produk saya sebanyak 3 pcs.
Dua hari berikutnya, saya kunjungi kembali warung Bu Darmi untuk melakukan pengecekan produk. Nah..ternyata pancingan saya mulai berhasil, produk saya laku 2 pcs, jadi tinggal 1 cs. Penempatan produk yang hanya 3 pcs ini memang sengaja. Agar meskipun terjual 1 atau 2 pcs, produk kita terlihat laku keras, karena warung tidak melihat berapa yang laku, tapi berapa yang tersisa.
Melihat produk saya yang “laku keras” ini, Bu Darmi bersedia membeli secara cash, bahka Ia minta 2 lusin sekaligus. Tapi saya tidak terpancing, saya hanya bersedia memberinya 6 pcs produk, sekali lagi ini adalah bagian dari strategi psikologis.
Ternyata hari-hari berikutnya jumlah warga sekitar Bu Darmi yang menggunakan produk saya mulai bertambah. Warung-warung yang menydiakan produk saya seperti Bu Darmi juga jumlahnya bertambah. Setelah jumlahnya semakin banyak, pembentukan jalur distribusi mulai dibutuhkan.
Langkah berikutnya adalah mendatangi toko dan grosir yang lebih besar dari warung Bu Darmi, toko dan grosir ini biasanya menjadi tempat berbelanja warung-warung kecil. Berbekal data penjualan dan data warung yang sudah menjual produk saya, akhirnya toko dan grosir itupun bersedia menyediakan produk saya.
Kemudian saya merekomendasikan toko dan grosir tersebut kepada warung-warung kecil penyedia produk saya yang biasa belanja kesitu. Distribusipun berjalan dan saya tidak lagi harus blusukan (masuk-masuk) ke acara warga atau mendatangi warung-warung kecil lagi di wilayah tersebut. Cukup mengirimkan produk ke toko dan grosir.
Tapi tidak berhenti disitu, perluasan wilayah dengan cara yang sama tetap dilakukan. Sampai teman-teman sales yang lain menjuluki saya sebagai spesialis warung pedesaan. Tapi gak apa-apa, buktinya produk tersebut mampu terserap dengan baik, sedangkan teman-teman lain yang hanya memaksakan masuk ke toko dan grosir, produknya hanya menumpuk di gudang toko dan grosir tersebut. Akibatnya tidak pernah ada repeat order.
Tugas berikutnya adalah memasukkan produk tersebut ke supermarket atau mall. Meyakinkan pihak supermarket bahwa produk ini akan laku memang tidak mudah. Tapi akhirnya dengan data penjualan, mereka menjadi percaya bahwa produk tersebut laku.
Dan ternyata produk ini memang laku di supermarket. Bagaimana tidak, jika konsumen sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya sekedar kenal, tapi sudah menjadi pengguna potensial sebelumnya. Mungkin mereka adalah salah satu dari anggota arisan yang pernah saya kasih sampel produk dan telah berlangganan ditempat Bu Darmi.

http://marketingtulen.wordpress.com/2009/02/12/marketing-produk-baru-tanpa-budget-promosi/

1. macam-macam produk susu


>
Susu (sapi) tentu saja berbeda dengan susu ibu yang kandungan kalsium dan proteinnya tidak setinggi yang dikandung oleh susu sapi. Susu sapi didesain untuk pertumbuhan hewan supaya bertambah berat, bertulang kuat dan besar (meskipun tidak membuat hewan bertambah pintar). Susu Ibu didesain untuk pertumbuhan tubuh yang lebih kecil dan ringan dengan karbohidrat ekstra yang menyediakan energi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak manusia sekaligus berfungsi untuk merangsang perkembangan otak yang lebih kompleks.

Tapi sekarang pengkonsumsian susu sapi yang sudah dimodifikasi dapat menyediakan manusia sumber-sumber nutrisi yang berkualitas tinggi. Susu sapi mengandung sekitar 87% air, 3.5% lemak, 3.5% protein, 4.9% laktosa (gula susu) dan 0.7% mineral (terutama kalsium, fosfor, dan potasium). [King Arthur 200th Anniversary Cookbook. p.580].

Mentega, keju dan krim (termasuk es krim) mengandung nutrisi yang banyak terdapat dalam susu tapi juga mengandung kalori yang banyak didapat dari lemak, jadi wajib dikonsumsi hanya dalam basis reguler.

Buttermilk: merupakan cairan yang tertinggal setelah mentega diolah yang mengandung karbohidrat dan kalsium tinggi dan laktosa yang manisnya sekitar satu per tujuh manisnya gula pasir. Tapi sekarang buttermilk juga sering terbuat dari yogurt dari culture atau starter yang dimasukkan ke dalam susu non-fat atau low-fat lewat pasteurisasi. Buttermilk memiliki tekstur yang rich dan creamy. Homemade buttermilk sama dengan cara membuat yogurt.

Keju: terbuat dari curd atau protein dalam susu yang dikombinasikan dengan lemak. Keju keras macam Cheddar, Romano, Parmesan, Swiss, dll., sangat kental yang mengandung lemak lebih dari 80%. Keju-keju jenis ini banyak mengandung protein tinggi, kalsium, dan vitamin A juga D. Keju yang diproses biasanya lebih rendah lemaknya ketimbang keju 'asli' meskipun lebih asin.

Krim: mengandung nutrisi seperti yang dikandung oleh susu itu sendiri (whole milk) tapi konsentrasi lemaknya lebih tinggi.

Cream Cheese: mengandung lemak berkisar sama dengan yang dikandung oleh mentega dan keju. Dalam 2 sdM cream cheese terkandung 100 kalori yang 90% berasal dari lemak. Selain itu cream cheese sedikit kandungan protein dan kalsium jika dibandingkan dengan keju.

Cottage Cheese: terbuat dari curds (bagian yang kental mengandung banyak protein dan kalsium, disebut juga dengan kepala susu) susu daripada whey (bagian yang cair yang terpisah dari kepala susu)

Clotted Cream: jenis krim ini tradisinya orang-orang di bagian Barat Celtic, Inggris yang dibuat dari susu mentah sapi Jersey yang mengandung persentase lemak yang sangat tinggi. Susu yang mengandung lapisan heavy cream di permukaannya dibiarkan 'matang' sekitar setengah hari dalam susu ruangan yang kemudian dihangatkan memakai api kecil hingga terjadi penggumpalan lemak di permukaannya. Gumpalan inilah yang nantinya diambil dan dipisahkan dari bagian yang cair dan disajikan dengan buah-buahan, trifle, scones, dll.

Susu Kental Manis: merupakan susu yang telah diproses dengan cara membuang cairan yang terdapat dalam susu lalu ditambahkan gula. Satu kaleng SKM setara dengan 2 ½ cup susu segar dan ½ cup gula (USA measurement), dengan demikian mengandung lemak tiga kali lipat dari protein dan vitamin A. Metode 'mengawetkan' susu ini dikenalkan oleh Gail Borden di tahun 1856 yang kemudian menjadi isu makanan pokok di kalangan prajurit-prajurit Civil War.

Evaporated Milk: seperti nama yang disandangnya, proses pembuatan susu jenis ini adalah dengan menguapkan cairan dalam susu (to evaporate: to remove moisture from (milk, vegetables, etc.), as by heating, so as to get a concentrated product. Webster Dictionary.). Susu jenis ini dapat digunakan sebagai pengganti krim dan sering digunakan dalam pembuatan sup dan saus.

Sour Cream: krim jenis ini merupakan versi buttermilk dan yogurt yang mengandung lemak tinggi. Dalam baking, krim ini memberi hasil produk yang kaya rasa dan lembut dikarenakan kandungan keasamannya sekaligus kandungan lemaknya yang tinggi. Krim ini dapat dibuat sendiri di rumah seperti membuat yogurt menggunakan krim segar dengan kandungan lemak sekurang-kurangnya 20% dengan buttermilk sebagai starternya. Biasanya akan set setelah beberapa jam.

Sour Milk: dibuat secara natural dari susu mentah yang tidak melalui proses pasteurisasi dan dibiarkan menjadi asam. Untuk membuat sour milk dari susu yang sudah dipasteurissi, campurkan 1 sdM cuka atau jus lemon dengan 1 cup susu. Biarkan hingga 5 menit hingga mengental.

Cream Chantilly: adalah nama lain dari krim yang diberi pemanis. Membuatnya cukup gampang, gunakan krim medium atau lemak tinggi (heavy cream), kocok hingga kaku, yang lalu ditambahkan 3-4 sdM tepung gula dan 1 sdt vanili atau ekstrak lainnya.

Yogurt: seperti halnya buttermilk, yogurt dibuat dari culture yang dimasukkan ke dalam susu yang sudah dipasteurisasi, baik susu rendah lemak atau skim. Bakteria yang digunakan serupa dengan yang bersemayam dalam usus kita sehingga yogurt dapat dengan mudah dicerna oleh sistem pencernaan kita. Yogurt juga dapat membantu pasien yang sedang mengkonsumsi tablet antibiotik supaya dapat menjaga bakteri-bakteri berguna dalam pencernaan tidak ikut dirusak oleh antibiotik.
Cara membuat yogurt: campurkan ½ - 1 cup susu bubuk tidak berlemak ke dalam ½ galon susu skim atau susu rendak lemak. Hangatkan hingga suam-suam kuku. Keluarkan 1 cup susu dan campur dengan 1-3 sdM yogurt tawar yang mengandung bakteri culture (acodhipillus). Campurkan campuran yogurt-susu ini ke dalam susu yang dihangatkan tadi, lalu tuang ke dalam toples atau botol yang bersih. Tutup lalu biarkan dalam suhu hangat (seperti saat kita menaikkan adonan roti) selama 3-5 jam atau hingga kental (tergantung dengan berapa hangat suhu udara di ruangan untuk 'mematangkan' yogurt).

http://klubberanibaking.blogspot.com/2007/11/macam-macam-produk-susu.html